Turnamen Esports EO Semakin Lesu, Begitu Pula Scene Ladies

Maytiska Omar, 1 April 2024

Turnamen Esports EO Semakin Lesu, Begitu Pula Scene LadiesEsports
Banner Ads

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Turnamen Esports semakin sedikit walaupun penontonnya semakin banyak. Hanya publisher yang masih menjalakan turnamen-turnamen tersebut, hal ini juga berlaku untuk skena Ladies.

Publisher yang dimaksud adalah seperti Moonton, Level Infinite, Garena, dan sebagainya. Mereka mengadakan turnamen seperti MPL, PMSL, FFWS, dan lainnya. Tentu turnamen-turnamen ini selalu berjalan setiap tahun.

Ada Apa dengan Turnamen Esports Non-Publisher?

Piala Presiden 2023
Piala Presiden 2023 adalah salah satu turnamen non publisher yang paling besar di 2023 Sumber Website Piala Presiden

Pertandingan skala besar yang diadakan oleh EO sekarang ini semakin sedikit diadakan. Sponsor mulai yang ingin mendanai Event Esports juga semakain berkurang. Di Indonesia sendiri, salah satu turnamen Non-Publisher yang besar pada tahun 2023 adalah Piala Presiden oleh Kincir.

Berdasarkan Post Ligagame.tv di Instagram, 5 tahun lalu, banyak EO yang berlomba-lomba menjalankan Tournament Esports. Namun, sekarang ini mereka juga kalah bersaing dari Event-Event Official Publisher.

Kemungkinan juga lima tahun mendatang, industri esports akan meredup dan semakin sulit ditemui. Hal ini juga mungkin akan berpengaruh ke Scene Ladies, apalagi semakin banyak tim Ladies yang mulai bubar.

Bagaimana Turnamen untuk Skena Ladies?

BTR Era
BTR Era menjadi salah satu tim Esports yang kuat Sumber Website BTR

Skena Ladies sendiri di Indonesia juga berangsur-angsur menurun. Walaupun masih ada BTR Era, RRQ Mika, dan GPX Basreng di divisi Mobile Legends: Bang Bang. Namun, kesempatannya juga semakin berkurang.

GAMEFINITY berkesempatan untuk mewawancarai manager BTR sekaligus Coach timnas Mobile Legends Putri Indonesia, Tazy. Ia mengungkapkan ekosistem dari EO untuk tim Scene Ladies sudah ada, seperti Piala Presiden dan UniPin Ladies Development Series.

“Menurutku yang harus di-Upgrade, kesempatannya, lapangan pekerjaannya. Jadi tim-tim besarnya buatlah, kayak tim-tim yang ada slot di MPL. Yang semangat nih jangan cuma tim tier 2nya aja, tim tier satunya yang memang punya slot mpl buatlah (timnya),” ungkap Tazy.

Baca juga:

Ia lebih berharap ke tim-tim esports yang mulai merangkul Player Ladies. Apalagi kepada tim-tim tier satu, seperti EVOS, ONIC, AURA, dan lain-lain. Pemilik nama Tasia Eda Lestari ini juga menambahkan harapannya kepada tim-tim tersebut untuk bies memberikan dan memperluaskan kesempatan ke Player yang mau bergabung.

“Kita gak bohong lah sebagai Pro Player, misalkan kita masuk tim Tier dua, tim yg gak punya slot di MPL. Kita pasti sebagai Pro Player pasti punya Dreamlah, aku pengen banget masuk tim itu. Jadinya, karier berjenjangnya ada gitu,” tutur Tazy.

author avatar
Maytiska Omar
Share Artikel:
Banner Ads

Post Terkait: