Game Blizzard Akan Kembali ke China bersama NetEase?

Dimas Galih Putrawan, 3 Januari 2024

Game Blizzard Akan Kembali ke China bersama NetEase?Game
Banner Ads

GAMEFINITY.ID, Bandung – Meski pecah kerjasama tahun lalu, Blizzard dilaporkan sudah kembali membuat kesepakatan bersama NetEase. Kerjasama itu akan menyalakan kembali server khusus China untuk deretan judul besutan pengembang game raksasa itu seperti Diablo, Overwatch, dan World of Warcraft.

Kerjasama telah Berakhir Tahun Lalu

Pada November 2022, Blizzard mengumumkan pihaknya tidak memperbaharui kontrak lisensi dengan NetEase di China. Alhasil, gamer di negeri tirai bambu itu tidak lagi dapat memainkan World of Warcraft, Starcraft II, dan Overwatch mulai 23 Januari 2023.

Kedua belah pihak dilaporkan saling menyalahkan. Pengembang di balik franchise Diablo itu mengaku NetEase menolak proposal untuk perpanjangan kontrak selama enam tahun. Alasan di balik penolakan itu karena kritikan perpanjangan itu tidak setara dan tidak adil.

Sementara publisher asal China itu mengaku Blizzard melanggar kesepakatan lisensi, termasuk minimnya refund dan tidak mengembalikan uang muka untuk judul game baru. Karena alasan ini, NetEase sempat dilaporkan menuntut ganti rugi sebesar 300 juta yuan atau kurang lebih 43,5 juta dolar AS.

Baca juga:

Blizzard Akhirnya Perpanjang Kontrak dengan NetEase?

Blizzard NetEase World of Warcraft

Tampaknya konflik kedua belah pihak mulai mereda. Pasalnya, menurut laporan South China Morning Post, kedua belah pihak sudah menyetujui kesepakatan baru. Jika laporan ini benar, game seperti World of Warcraft dan Overwatch bisa kembali ke China. Semenjak kabar ini mencuat pekan lalu, tagar #NetEaseBlizzardReunion menjadi trending di Weibo.

Laporan tersebut menekankan bahwa World of Warcraft bisa tersedia kembali dalam setidaknya setengah tahun di China. Tentunya, kedua belah pihak harus membangun ulang tim operasi dan server.

Semenjak regulasi industri game di China sangat ketat, publisher luar negeri wajib memiliki kemitraan bersama sebuah publisher lokal. Tanpa kemitraan tersebut, sebuah game tidak bisa rilis atau harus dimatikan. Khususnya bagi Blizzard, mereka harus menghentikan dukungan berbagai game-nya seperti Starcraft, Overwatch, Diablo III, dan Hearthstone.

Kabar ini juga menyusul induk perusahaan, Activision Blizzard, telah menjadi sah dimiliki Microsoft senilai US$68,7 miliar. Bobby Kotick, CEO Activision, juga sudah mengundurkan diri pada 29 Desember lalu.

author avatar
Dimas Galih Putrawan
Thanks for reading. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW
Share Artikel:
Banner Ads

Related Posts: