Kisah Minotaur dan Perjuangannya Membangun Kembali Minoa

Zeinal Wujud, 13 November 2023

Kisah Minotaur dan Perjuangannya Membangun Kembali MinoaGame
Banner Ads

GAMEFINITY, Jakarta – Di zaman dahulu, terdapat sebuah negara bernama Minoa di Agelta Drylands. Pangeran di negara itu, Minotaur, dengan niat yang fatal, melukai ayahnya dalam ledakan kemarahan. Setelah itu, ia mengasingkan diri ke dalam Minoan Labyrinth dalam rasa malu dan penyesalan. Ketika ia keluar dari Labyrinth, ia menemukan bahwa negaranya sudah lama hancur, dan kerabatnya sudah tiada. Dengan tekad bulat, Minotaur memulai perjalanan untuk mengembalikan kejayaan tanah airnya. Mari kita menyelusuri kisah Minotaur dalam artikel ini.

Kisah Minotaur: Sejarah Gemilang Minoa di Agelta Drylands

Kisah Minotaur

Kisah ini dimulai di zaman kuno, ketika Minoa didirikan di Agelta Drylands. Jalan Zamrud yang pernah ramai menghubungkan Minoa dengan kota-kota lain di barat, menciptakan jaringan jalur perdagangan. Minoa berdiri tegak di antara yang lain dengan peradaban maju dan tradisi bela diri yang kuat.

Pangeran Minotaur dari Minoa adalah prajurit paling dihormati saat itu. Penuh semangat dalam pertempuran dan seringkali didorong oleh kemarahannya, Minotaur seringkali menunjukkan kekuatan yang menakutkan dalam pertempuran. Hanya sedikit yang bisa bertahan lebih dari beberapa putaran melawannya.

Rakyat tumbuh untuk menyembah Minotaur, tetapi ayahnya sangat khawatir tentangnya. Meskipun meraih kesuksesan besar di medan perang, sifat kejam dan perilaku impulsif Minotaur tidak pantas sebagai pewaris negara.

Kisah Minotaur, Ujian Berat untuk Menjadi Pewaris

Minotaur Bursting Yama Skin

Untuk membentuk Minotaur menjadi pewaris yang sesuai untuk tahta, raja tua itu mengatur ujian khusus, di mana sang pangeran harus mengalahkan seorang tokoh misterius dari negeri asing untuk memenuhi syarat sebagai penguasa Minoa.

Minotaur menerima tantangan ini tanpa ragu. Ia melangkah ke arena dengan kepala tegak dan mencoba untuk menghancurkan lawannya dengan kekuatan kasar seperti yang selalu dilakukannya. Namun, lawannya kali ini jauh lebih tangguh, dan Minotaur segera kehabisan tenaga, kehilangan keunggulannya.

Akhirnya, tokoh misterius itu mengalahkan Minotaur yang dianggap “tak terkalahkan” dengan serangan balik yang terukur.

Kerumunan bersorak untuk pemenang yang kuat dan anggun, tetapi Minotaur dikuasai oleh kemarahan dan malu.

Dan ketika tokoh misterius itu mengulurkan tangan untuk membantu Minotaur bangkit, Minotaur meraih tangan yang tidak curiga itu dan menindihnya ke tanah, sebelum melemparkan serangkaian pukulan kejam padanya.

Saat tinjunya ditutupi oleh darah dan tokoh misterius itu berhenti berjuang, Minotaur merobek topengnya di tengah sorakan kerumunan—dan saat itulah seluruh tubuhnya kaku. Tokoh yang parah terluka di tanah adalah ayahnya sendiri!

Raja tua itu meraih tangan Minotaur dengan kekuatan terakhirnya dan mengucapkan kata-kata terakhirnya kepada anaknya, “Kau harus belajar untuk memikul tanggung jawab sebagai seorang raja dan melanjutkan kejayaan Minoa…”

Baca juga:

Malu dan Penyesalan: Kehancuran dan Pertobatan Minotaur

Minotaur Orbiter Skin

Dikuasai oleh rasa malu dan penyesalan, Minotaur menuju ke Minoan Labyrinth—tempat pemakaman leluhur Minoa—dan memulai pelatihan dan pertobatannya.

Bersama berjalannya waktu, Minotaur secara perlahan berhasil mengendalikan kemarahannya dan mampu mengakses kekuatannya dengan kemarahan sesuka hatinya.

Namun, saat Minotaur tenggelam dalam pelatihan yang keras ini, bencana yang tidak terduga melanda. Seluruh Minoa hancur akibat ledakan Twilight Orb, dan hanya Minotaur yang selamat di bawah perlindungan Labyrinth. Minotaur bergegas menuju negara itu di tengah getaran, ingin mengetahui apa yang terjadi, ketika pecahan Twilight Orb jatuh ke Labyrinth dan menutupnya sepenuhnya. Minotaur, yang sudah setengah keluar dari Labyrinth, tersegel sepenuhnya dan jatuh ke dalam tidur yang dalam.

Baca juga:

Ketika Bencana Menyapu Minoa: Twilight Orb dan Kehilangan Semua

Minotaur Sacred Hammer Skin

Bencana itu menghapus semua jejak peradaban Minoan, meninggalkan hanya Minoan Labyrinth setengah terkubur di pasir. Setelah berhari-hari dan bermalam-malam, pecahan Twilight Orb berubah menjadi Lunox dan pergi.

Segel itu kemudian terangkat. Waktu di dalam Labyrinth mulai mengalir lagi, sementara Minotaur perlahan-lahan membuka matanya…

Aldous, penjaga Labyrinth, memberi tahu Minotaur bahwa negaranya sudah lama berubah menjadi debu, dan dia dan kenangan-kenangannya adalah yang tersisa. Namun, Minotaur tidak percaya sepenuhnya pada itu.

Segel itu kemudian terangkat. Waktu di dalam Labyrinth mulai mengalir lagi, sementara Minotaur perlahan-lahan membuka matanya…

Dengan aman di ingatan pesan terakhir ayahnya, sang pangeran bersumpah pada dirinya sendiri bahwa ia harus menemukan kerabat yang hilang dan membangun kembali peradaban Minoa.

Di tengah pasir yang tak terbatas, satu jejak kaki kuda membentang ke cakrawala…

Demikian pembahasan Kisah Minotaur dan Perjuangannya Membangun Kembali Minoa. Ikuti akun resmi Gamefinity di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan informasi terupdate. Gamefinity.id menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

author avatar
Zeinal Wujud
Share Artikel:
Banner Ads

Related Posts: