Merger Microsoft dan Blizzard, FTC Masih Ingin Hentikan

Dimas Galih Putrawan, 14 Desember 2023

Merger Microsoft dan Blizzard, FTC Masih Ingin HentikanGame
Banner Ads

GAMEFINITY.ID, Bandung – Microsoft sudah sah mengakuisisi Activision Blizzard senilai US$68.7 miliar Oktober lalu. Meski kenyataannya transaksi sudah dinyatakan selesai, Federal Trade Commission (FTC) masih bertekad untuk kesepakatan kedua belah pihak itu. Regulator pemerintah Amerika Serikat itu melanjutkan upayanya setelah mengajukan banding terhadap pengadilan.

FTC Masih Protes Kesepakatan Microsoft-Activision Blizzard!

Reuters melaporkan pengacara perwakilan FTC dan Microsoft hadir pada panel tiga hakim pada Ninth Circuit US Court of Appeal. Pada 6 Desember, pihak regulator itu masih bersikukuh akuisisi tersebut seharusnya tidak menjadi sah karena alasan anti-kompetisi.

Imad Abyad, pengacara perwakilan FTC, berpendapat bahwa hakim distrik Jacqueline Scott Corley, yang menolak pemblokiran sementara Juli lalu, memberi standar sangat tinggi. Ia berkata bahwa pihaknya harus membuktikan pemilik Xbox itu memiliki hak dan insentif untuk menarik game Activision dari platform pesaing.

Abyad kemudian mengklaim FTC membuktikan dugaan Microsoft setelah mengakuisisi Zenimax Media, pemilik Bethesda Softworks. Ia mengklaim perusahaan teknologi raksasa itu membuat game Bethesda menjadi eksklusif di konsol Xbox dan OS Windows setelah mengakuisisinya.

Sebaliknya, pengacara perwakilan Microsoft, Rakesh Kilaru, menyatakan kasus yang diajukan FTC lemah dan belum memiliki bukti bahwa pihaknya memiliki hak untuk menarik IP terkenal Activision Blizzard seperti Call of Duty dari platform game pesaing.

Baca juga:

Call of Duty di Platform Pesaing sudah Jadi Komitmen

Sebelum penutupan transaksi kesepakatan dengan Activision Blizzard, Microsoft sudah berjanji untuk mempertahankan Call of Duty dan franchise ikonik lainnya di platform pesaing. Buktinya, mereka sudah mencapai kesepakatan dengan platform pesaing.  Mulai dari konsol PlayStation dan Nintendo hingga cloud gaming GeForce Now, Boosteroid, dan Ubitus.

Perusahaan pemilik Windows dan Xbox itu juga menjual hak cloud gaming IP Activision Blizzard pada Ubisoft di luar European Economic Area. Ubisoft kini memiliki hak lisensi game Activision dan Blizzard selama 15 tahun ke depan.

Keputusan itu mampu meyakinkan Competition and Market Authority (CMA), regulator Inggris, untuk menyetujui akuisisi. Keputusan CMA kemudian memicu Microsoft dan Activision Blizzard mengesahkan akuisisi.

Saat ini tidak diketahui apakah FTC akan berhasil dalam memperjuangkan argumennya, terutama mengingat Activision Blizzard sudah resmi diakuisisi.

author avatar
Dimas Galih Putrawan
Thanks for reading. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW
Share Artikel:
Banner Ads

Related Posts: