Gagal Total! 5 Film Hollywood Populer Ini Bikin Rumah Produksi Bangkrut

Aluna Nayaka, 15 November 2023

Gagal Total! 5 Film Hollywood Populer Ini Bikin Rumah Produksi BangkrutFilm & TV
Banner Ads

GAMEFINITY, Jakarta – Disadari atau tidak, rumah produksi membuat dan merilis film demi mendapat keuntungan. Namun, tidak semua film berhasil memberikan pundi-pundi uang. Justru sebaliknya, film Hollywood populer ini justru gagal total hingga membuat rumah produksinya bangkrut!

Kegagalan film Hollywood populer inipun disebabkan karena berbagai hal. Mulai dari promosi yang kurang mumpuni. Hingga jalan cerita dinilai sangat kurang.

Apapun alasannya, film-film yang digadang-gadang akan meledak dan menjadi box office ini justru harus mengalami kerugian sangat besar. Sampai akhirnya sang rumah produksi pun terpaksa gulung tikar. Penasaran film apa saja? Ini dia 5 Film Hollywood Populer yang Gagal Total dan Bikin Rumah Produksi Bangkrut

1. Superman IV The Quest For Peace

Film Hollywood

Film yang dirilis pada tahun 1980an ini sempat digadang-gadang akan sangat sukses. Terlebih mengingat film pendahulunya, Superman yang dirilis satu dekade sebelumnya mendapatkan keuntungan besar. Sayang, yang terjadi justru sebaliknya.

Ketika belum banyak film dengan genre superhero, Superman membuat gebrakan. Film dari rumah produksi Cannon Group ini menjadi salah satu film paling populer setelah rilis. Untuk itu tidak heran bila rumah produksi secara aktif merilis film-film selanjutnya dari franchise Superman.

Namun sayang, sejak sequel hingga Superman III, kualitas film semakin menurun. Puncaknya Superman IV The Quest For Peace yang diklaim paling mengecewakan dengan kualitas gambar dan cerita seadanya.

Kegagalan Superman IV The Quest For Peace bukan saja berimbas franchise Superman tidak lagi diteruskan. Namun juga membuat rumah produksi Cannon Group bangkrut.

2. Mars Needs Moms

Mars need Moms

 

Film animasi rilisan tahun 2011 ini sempat mencuri perhatian. Mars Needs Moms memiliki premis menarik mengenai alien yang menculik ibu-ibu dari Bumi demi mengajari anak-anak di Mars. Milo, seorang anak di Bumi menyadari ibunya diculik alien dan berusaha untuk membawanya pulang.

Cerita di anime besutan studio ImageMovers ini diakui menarik dengan plot yang tidak pasaran. Sayangnya, eksekusi dari cerita tersebut, terutama pada tampilan animasi justru dinilai penonton sangat jelek.

Akibatnya bisa diduga. Mars Needs Moms mendulang kekecewaan dari penonton dengan angka penjualan yang sangat rendah. Bahkan tidak berhenti disitu, studio yang memproduksi film animasi ini mengumumkan tutup dan tidak akan lagi merilis film baru.

Baca juga: 

3. Titan A.E.

Film Hollywood Titan A.E.

Untuk memproduksi sebuah film memang membutuhkan dana tidak sedikit. Untuk itu bila keuangan rumah produksi sudah dalam keadaan sekarat, memaksakan diri untuk memproduksi film dengan budget besar tentu saja sama dengan menyambut kehancuran.

Hal inilah yang terjadi pada Fox Animation. Rumah produksi sekaligus studio animasi ini memang memiliki masa kejayaan. Namun pada beberapa tahun terakhir sebelum resmi tutup, Fox Animation sudah mengalami masalah keuangan. Bahkan Fox Animation dilaporkan memecat lebih dari 50 persen karyawan.

Menariknya, keadaan keuangan yang carut-marut tersebut justru membuat Fox Animation membuat keputusan besar. Fox Animation memproduksi film animasi berjudul Titan A.E. dengan budget luar biasa besar. Mungkin studio berharap kesuksesan Titan A.E. akan bisa menyelamatkan masalah keuangan mereka.

Hanya saja yang terjadi sebaliknya. Meski sempat mencuri perhatian, Titan A.E. justru gagal total masuk ke box office. Kerugian dari film Hollywood populer ini memastikan kebangkrutan dan tutupnya Fox Animation.

4. Bangkok Dangerous

Film Hollywood Bangkok Dangerous

Bila premis dan cerita apik tidak menjamin kesuksesan. Maka aktor populer sebagai pemeran utama juga tidak memberikan jaminan apapun. Ini terjadi pada salah satu film Hollywood populer rilisan tahun 2008.

Bangkok Dangerous menjadi salah satu rilisan film paling dinanti tahun itu. Budget produksi yang disebut-sebut sangat besar, serta hadirnya Nicolas Cage sebagai pemeran utama merupakan dua dari sedikit alasan. Di minggu awal pemutaran pun Bangkok Dangerous cukup banyak menjaring penonton.

Sayangnya popularitas tersebut tidak bertahan lama. Pada minggu-minggu selanjutnya jumlah penonton Bangkok Dangerous terus mengalami penurunan. Hingga akhirnya dipastikan Bangkok Dangerous mengalami kerugian.

Biaya produksi yang sangat besar tidak mampu ditutup dengan penjualan minim dari film ini. Virtual Studios sebagai rumah produksi pun terpaksa tutup karena mengalami kebangkrutan besar.

Baca juga: 

5. Looney Tunes: Back in Action

Film Hollywood Looney Tunes

Warner Bros awalnya sangat berambisi untuk merilis film gabungan antara animasi dan live action. Kesuksesan Space Jam sempat membuat Warner Bros berencana merilis sequelnya. Sayang kala itu, Michael Jordan menolak ide tersebut.

Rumah produksi ternama ini akhirnya berusaha menggandeng Jackie Chan untuk membuat Spy Jam. Namun rencana tersebut juga gagal. Hingga Warner Bros pun akhirnya mengumumkan rencana produksi untuk film Looney Tunes.

Saat akan dirilis, Looney Tunes: Back in Action sebenarnya cukup mencuri perhatian. Film ini memiliki semua resep yang dibutuhkan untuk menjadi populer. Mulai dari diproduksi oleh rumah produksi ternama, franchise serial populer, hingga deretan aktor ternama sebagai pemeran.

Namun rupanya semua poin tersebut tetap tidak berhasil menyelamatkan film ini. Film rilisan tahun 2004 ini justru mengalami kegagalan besar-besaran. Hingga Warner Bros pun terpaksa harus menutup salah satu divisinya.

author avatar
Aluna Nayaka
writer. currently obsessed with bridgerton, true crime, taylor swift, and nct.
Share Artikel:
Banner Ads

Related Posts: