Kontroversi GM24: Girlband yang Plagiat Lagu K-Pop

Zeinal Wujud, 23 Januari 2024

Kontroversi GM24: Girlband yang Plagiat Lagu K-PopMusik
Banner Ads

GAMEFINITY.ID, Jakarta – GM24. Dalam dunia hiburan dan politik, pertemuan antara musik dan kampanye seringkali menghasilkan cerita menarik.

Baru-baru ini, girlband Indonesia GM24 menjadi sorotan karena dituduh plagiat dalam lagu kampanye mereka, “Langit Cerah”.

Dalam artikel ini, kita akan membahas kontroversi plagiat yang melibatkan GM24. Bagaimana hal tersebut terkait dengan dukungan politik terhadap paslon 03, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Baca juga:

Kemiripan yang Mencolok

@jihantokki

ini mah plek ketiplek plagiat dari nada, konsepnya pun hampir sama cuma di ganti bagian liriknya aja, loh kok bisa lagu buat kampanye hasil plagiat gini emng mereka udh dapet izin dari yg punya lagu?? untuk @GM24_official tolong klarifikasi nya #weeekly #ganjarmahmud #kpop #plagiat #ganjarpranowo

♬ After School – Weeekly

Kontroversi bermula dari sebuah cuplikan video yang diunggah di TikTok (@jihantokki), membandingkan lagu “Langit Cerah” GM24 dengan “After School” milik grup KPop Weeekly.

Netizen pun segera bereaksi terhadap perbandingan nadanya yang menunjukkan kemiripan yang mencolok.

GM24: Girlband Pendukung Pasangan Calon

GM24

GM24 bukan hanya sekadar girlband biasa; mereka secara terang-terangan mendukung pasangan calon nomor 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Lagu “Langit Cerah” disebut sebagai lagu kampanye mereka, dan dukungan terhadap pasangan tersebut tergambar dalam berbagai aspek, termasuk simbol tiga jari yang terlihat dalam video klip.

Tanggapan GM24 Terhadap Tuduhan Plagiat

klarifikasi GM24

Dalam menghadapi tuduhan plagiat, GM24 memberikan tanggapan melalui akun Instagram mereka.

Mereka menegaskan bahwa lagu mereka hanya terinspirasi oleh “After School” dari Weeekly.

Sementara menunjukkan perbedaan dalam sampling, musik, chord, pitch, dan melodi. Klaim mereka bahwa lagu “Langit Cerah” dibuat dari nol sebagai respon terhadap tuduhan plagiat.

Implikasi Politik dan Kreativitas

Ketika seni bertemu politik, pertanyaan etika muncul. Dukungan politik melalui seni, seperti lagu kampanye, membuka diskusi tentang batas-batas kreativitas, inspirasi, dan hak kekayaan intelektual.

Apakah kampanye politik harus membayar royalti atau mendapatkan izin resmi untuk menggunakan karya seni yang terinspirasi?

Baca juga:

Kasus plagiat lagu kampanye GM24 memberikan kita gambaran yang mendalam tentang perpaduan antara musik, politik, dan kreativitas.

Sebagai konsumen dan penggemar, penting bagi kita untuk menghargai hak kekayaan intelektual dan mendukung tindakan yang adil dalam industri hiburan.

Kontroversi ini memberikan pelajaran tentang pentingnya transparansi dan integritas, baik dalam dunia seni maupun politik.

Demikian pembahasan Kontroversi GM24: Girlband yang Plagiat Lagu K-Pop.

Ikuti akun resmi GAMEFINITY di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan informasi terupdate.

GAMEFINITY.ID menyediakan jasa pengisian top up dan voucher game dengan cara yang mudah dan pastinya terjangkau.

author avatar
Zeinal Wujud
If you have any questions, please ask somebody else, Zeinal
Share Artikel:
Banner Ads

Related Posts: