CEO Twitch Akui Platformnya Tidak Menguntungkan

Dimas Galih Putrawan, 16 Januari 2024

CEO Twitch Akui Platformnya Tidak MenguntungkanTeknologi
Banner Ads

GAMEFINITY.ID, Bandung – Memasuki tahun 2024, Twitch sudah mengumumkan pihaknya berencana untuk mem-PHK setidaknya 500 karyawannya. Di balik keputusan itu, Dan Clancy selaku CEO membeberkan sebuah fakta baru saat livestream setelah kabar PHK. Ia mengaku platform streaming milik Amazon tersebut tidak meraup untung.

Twitch Akan PHK 500 Karyawan

Twitch not profitable

Melalui sebuah laman blog resmi, Clancy mengumumkan perusahaan yang dipimpinan itu akan memangkas tenaga kerjanya sebanyak kurang lebih 500 orang. Langkah ini mengikuti berbagai perusahaan teknologi seperti Discord yang melakukan keputusan serupa. Amazon, induk perusahaannya, melakukan hal yang sama pada karyawan Prime Video dan MGM Studios.

Baca juga:

“Sayangnya, kami masih harus melakukan rightsize perusahaan dan saya dengan berat hati harus membagikan kabar bahwa kami harus mengurangi tenaga kerja hingga 500 orang di Twitch. Hal ini menjadi hari yang sangat sulit. Layanan kami tetap ada demi memperkuat komunitas untuk membuat, terus bersama, dan kalian semua sudah berperan penting dalam menjaga komunitas kami sekaligus memperkuat misi itu,” tutur Clancy.

Sang CEO mengaku pihaknya sudah membayar sebessar total US$1 miliar pada para streamer. Namun, keputusan untuk mengurangi tenaga kerja harus diambil sementara bisnis masih relatif kuat.

CEO Akui Layanannya Tidak Menguntungkan

Dalam livestream setelah pengumuman itu, Dan Clancy membeberkan sebuah fakta bahwa layanan live streaming game yang dipimpinnya itu tidak menguntungkan. Ia mengaku pihaknya bergantung dari Amazon, induk perusahaan, agar terus bertahan,

“Saya akan jujur: kami tidak menguntungkan saat ini. Amazon sangat mendukung Twitch. Hal besar agar bertahan lama adalah memastikan kami tidak merugi. Fakta itu menjadi bagian besar dari pekerjaan saya karena hal itu menjadi sesuatu yang memastikan kami bisa bertahan dalam jangka panjang,” ungkap Clancy.

Sebagai bagian dari penghematan dana, Twitch sudah berencana untuk menutup layanannya di Korea Selatan. Ditambah lagi, terdapat kompetisi dari layanan live streaming game serupa seperti Kick yang merebut hati berbagai streamer populer.

Sisi positifnya, Clancy memastikan Amazon masih berinvestasi sangat besar untuk Twitch. Maka oleh itu, layanan streaming game besutannya itu tidak akan dihentikan.

author avatar
Dimas Galih Putrawan
Thanks for reading. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW
Share Artikel:
Banner Ads

Related Posts: